Surabaya
Kali ini ppurrfection akan membahas tentang kebudayaan kota pahlawan, semoga bermanfaat genks!
Kebudayaan Kota Surabaya
Indonesia dikenal memiliki ragam budaya di setiap kotanya.Tak terkecuali Surabaya. Kota pahlawan ini memiliki berbagai kesenian khas, seperti ludruk yaitu seni pertunjukan drama yang menceritakan kehidupan rakyat sehari-hari. Tari Remo, yaitu tarian selamat datang yang umumnya dipersembahkan kepada tamu istimewa. Kidungan, yaitu pantun yang dilagukan dan mengandung unsur humor.
Kesenian Kota Surabaya
1. Reog Ponorogo
Kebudayaan Kota Surabaya
Indonesia dikenal memiliki ragam budaya di setiap kotanya.Tak terkecuali Surabaya. Kota pahlawan ini memiliki berbagai kesenian khas, seperti ludruk yaitu seni pertunjukan drama yang menceritakan kehidupan rakyat sehari-hari. Tari Remo, yaitu tarian selamat datang yang umumnya dipersembahkan kepada tamu istimewa. Kidungan, yaitu pantun yang dilagukan dan mengandung unsur humor.
Selain kesenian khas tersebut, budaya panggilan arek (sebutan khas Surabaya) juga diterjemahkan sebagai ‘Cak’ untuk laki-laki dan ‘Ning’ untuk perempuan. Menariknya, setiap satu tahun sekali diadakan pemilihan Cak dan Ning Surabaya sebagai wujud melestarikan budaya. Cak dan Ning Surabaya ini merupakan duta wisata dan ikon generasi muda kota Surabaya.
Satu hal lagi yang menarik di kota ini yaitu Festival CakDurasim (FCD), yakni sebuah festival seni untuk melestarikan budaya Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya. Festival ini diadakan setiap setahun sekali di Gedung Cak Durasim, Surabaya. Selain itu ada juga Festival Seni Surabaya (FSS) yang mengangkat berbagai bentuk kesenian misalnya teater, tari, musik, seminar sastra, pameran lukisan, pemutaran film layar tancap, pameran kaos oblong dan lain-lain. Festival ini juga diadakan setiap satu tahun sekali pada bulan Juni di Balai Pemuda Surabaya.
Kesenian Kota Surabaya
1. Reog Ponorogo
Reog ponorogo merupakan salah satu seni tarian di Jawa Timur yang sampai saat ini masih terusdi lestarikan. Reog ini merupakan kebudayaan dan kesenian asli Indonesia budaya dan seni ini sering dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis, oleh karenanya tak jarang sering dihubungkan dengan dunia kekuatan spiritual bahkan dunia hitam. Hingga kini masyarakat Ponorogo mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai warisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga.Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan parental dan hukum adat yang masih berlaku.
2. Ludruk
Ludruk merupakan salah satu genre teater di JawaTimur. Ini adalah bentuk kinerja tradisional yang disajikan oleh serombongan aktor (atau komedian) di atas panggung, kembali menceritakan kisah kehidupan seseorang sehari-hari dan perjuangan mereka. Asal-usulnya tidak jelas, namun diyakini awal abad ke-13. Dialog atau monolog di ludruk kebanyakan komedi. Paraaktor hampir selalu menggunakan dialek Surabaya. Sekalipun, ada bintang tamudari daerah lain, seperti Jombang, Malang, Madura, Madiun yang masing-masingakan menggunakan dialeg Jawa yang berbeda bekerja dalam sutau penampilan, secara keseluruhan, mereka sederhana dan mudah, membuat ludruk mudah dipahami oleh semua orang. Hal ini kadang-kadang diselingi dengan lelucon dan diiringi suara gamelan.
3. Tari Sparkling Surabaya
Tari Sparkling Surabaya adalah kreasi tari modern, yang muncul di tengah-tengah masyarakat yang heterogen di Surabaya, dan latar belakang seni perkotaan.Gerakan tari Sparkling Surabaya membentuk gaya modern sendiri, mengacu pada gerakan tari jawa Timur yang bverkembang di Metropolis. Juga mengangkat sentuhan iringan musik tradisional.Tari Sparkling Surabaya terinspirasi dari tari jawa yang dilakukan oleh kurang lebih 5-10 penari wanita. Gerakan tari Sparkling Surabaya menjadi tarian selamat datang bagi pengunjung yang datang ke Surabaya. Musik yang menyertainya adalah campuran dari musk tradisional Jawa, dengan berdebar perkusi. Itulah sebabnya musik menjadi seperti mucik campur sari modern dengan unsur tradisional sangat kental.



Sangat bermanfaat! Makasih atas infonya
ReplyDelete