2 Peristiwa Yang Berdampak Negatif Akibat Teknologi
1. Krisis Rudal Kuba
Krisis Rudal Kuba adalah sebuah krisis yang terjadi antara tahun 1962 yang terjadi sebagai akibat dari Perang Dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Krisis ini terjadi setelah terungkap fakta bahwa Amerika Serikat telah mensponsori sebuah serangan ke Teluk Babi milik Kuba, sebuah negara komunis di Laut Karibia. Meskipun gagal, penyerbuan ini telah menimbulkan kemarahan Uni Soviet, sebagai pemimpin komunis dunia, maupun rakyat Kuba sendiri.
Bencana nuklir ini terjadi pada 26 April 1986 di Pusat Tenaga Nuklir Chernobyl, Ukraina. Ledakan di tempat tersebut membuat sejumlah besar partikel radioaktif dilepaskan ke atmosfer dan tersebar dari Uni Soviet hingga Eropa Barat.
Krisis Rudal Kuba adalah sebuah krisis yang terjadi antara tahun 1962 yang terjadi sebagai akibat dari Perang Dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Krisis ini terjadi setelah terungkap fakta bahwa Amerika Serikat telah mensponsori sebuah serangan ke Teluk Babi milik Kuba, sebuah negara komunis di Laut Karibia. Meskipun gagal, penyerbuan ini telah menimbulkan kemarahan Uni Soviet, sebagai pemimpin komunis dunia, maupun rakyat Kuba sendiri.
![]() |
| Cuban Missile Crisis |
Pada bulan September 1962, Nikita Khruschev, Perdana Menteri
Uni Soviet, menyatakan kepada Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy bahwa
setiap serangan berikutnya terhadap Kuba akan dinilai sebagai tindakan perang.
Tidak lama kemudian, Uni Soviet segera menempatkan rudal-rudal berukuran sedang
yang dilengkapi dengan hulu ledak nuklir di Kuba. Rudal-rudal tersebut
mengancam AS karena kemampuan merusaknya yang dapat menghancurkan sebuah kota
besar dalam waktu singkat setelah diluncurkan. Pada tanggal 22 Oktober 1962,
Kennedy muncul di muka publik dan menuntut Uni Soviet untuk menarik
rudal-rudalnya atau AS akan menyerang Kuba. Maka, dimulailah minggu-minggu yang
dikenal dengan sebutan Krisis Rudal Kuba ini.
Negosiasi di antara dua musuh bebuyutan ini terjadi dengan
alot karena kedua belah pihak merasa siap untuk berperang dan tidak mau
mengurangi tuntutannya. Kapal-kapal perang Amerika mengepung Kuba untuk
memaksakan sebuah "karantina" terhadap semua pelayaran milik kuba;
pesawat-pesawat pengebom mencari posisi di Florida dan bersiaga menghadapi
serangan udara. Untungnya, pada tanggal 28 Oktober 1962, Khruschev menyatakan
bahwa Uni Soviet bersedia memindahkan nuklirnya asalkan AS berjanji tidak akan
menyerbu Kuba.
2. Peristiwa Nuklir di Chernobyl, Ukraina
Bencana nuklir ini terjadi pada 26 April 1986 di Pusat Tenaga Nuklir Chernobyl, Ukraina. Ledakan di tempat tersebut membuat sejumlah besar partikel radioaktif dilepaskan ke atmosfer dan tersebar dari Uni Soviet hingga Eropa Barat.
Mengutip laman world-nuclear.org, Senin (18/5/2015), radioaktif
yang dilepaskan 400 kali lebih banyak dibanding nuklir pada bom atom Hiroshima.
100.000 kilometer persegi wilayah terkontaminasi. Bencana Chernobyl dianggap bencana nuklir terparah sepanjang sejarah. 31 orang
tewas sedangkan ratusan yang selamat namun mengidap kanker dan cacat tubuh.
Pembersihan di tempat ini menghabiskan biaya hingga US$18 miliar.
Tragedi ini menyebabkan kontaminasi radiasi meluas di Ukraina, hingga sampai ke
Belarus dan Rusia. Tragedi ini juga membuka mata dunia, melalui Badan Energi
Atom Internasional (IAEA), bahwa dunia perlu menjalin kerja sama dan berbagai
informasi dalam penggunaan energi nuklir.
Hingga saat ini, rehabilitasi untuk korban-korban Chernobyl masih terus
berlanjut. Rusia, Ukraina dan Belarus masih terus dibebani dengan biaya dekontaminasi
dan perawatan kesehatan bagi korban.
Kota ini seperti terhenti pada 1986 dan kini seperti museum hidup. Semua
dibiarkan dan ditinggalkan.


Comments
Post a Comment